Start a project ↗

Usability Testing: Panduan Praktis untuk Tim Produk di Indonesia

Apa itu usability testing, kapan sebaiknya dilakukan, butuh berapa peserta, langkah-langkahnya, dan hasil nyata dari aplikasi keuangan dan website brand di Indonesia.

Oleh Tim rekursiv. · · 3 menit baca · Read in English →

Tampilan aplikasi keuangan One by IFG yang divalidasi lewat usability testing
Di artikel ini

Hampir semua tim produk yakin aplikasinya gampang dipakai. Lalu seseorang dari luar tim diminta menyelesaikan satu tugas sederhana, dan bingung dalam tiga ketukan. Usability testing itu cara paling cepat untuk menemukan momen-momen itu, sebelum user beneran yang menemukannya.

Panduan ini berdasarkan usability testing yang kami jalankan untuk aplikasi keuangan, layanan publik, dan website brand di Indonesia.

Apa itu usability testing?

Usability testing berarti mengamati orang sungguhan mencoba produk kamu untuk menyelesaikan tugas nyata, lalu mencatat di mana mereka berhasil, ragu, atau gagal. Yang diukur itu perilaku, bukan pendapat.

Biasanya yang diukur:

  • Keberhasilan tugas: peserta bisa menyelesaikan tugasnya atau nggak?
  • Waktu: berapa lama yang dibutuhkan?
  • Kesalahan: di mana mereka salah klik, balik lagi, atau bingung?
  • Kepuasan: gimana perasaan mereka setelahnya, sering diukur pakai kuesioner seperti SUS (System Usability Scale).

Kapan sebaiknya usability testing?

WaktuKenapa
Sebelum launchPerbaikan masih murah
Setelah launch, saat angka turunMenemukan penyebab pendaftaran atau konversi yang turun
Sebelum redesignTahu apa yang dipertahankan dan apa yang diubah
Saat menambah fitur besarMemastikan fitur baru tetap selaras dengan flow yang sudah jalan

Butuh berapa peserta?

Untuk menemukan masalah besar, lima sampai delapan orang per kelompok user biasanya sudah memperlihatkan pola yang jelas. Setelah itu, peserta tambahan cenderung menemukan masalah yang sama.

Yang lebih penting dari jumlah: siapa pesertanya. Mereka harus mirip dengan user sungguhan. Beberapa contoh dari project kami:

  • Mirae Asset Sekuritas: 30 peserta, terdiri dari trader, investor, dan pemula, sebelum launch aplikasi M-Stock.
  • One by IFG: wawancara mendalam dan usability testing dengan 15 user sebelum launch.
  • BTN Cash Management System: 10 peserta dari kalangan nasabah korporat, ditambah evaluasi heuristik.

Langkah-langkah usability testing

  1. Rencanakan. Pilih tugas yang paling penting buat bisnis, misalnya "daftar akun" atau "cari harga paket", lalu rekrut peserta yang sesuai.
  2. Amati. Jalankan sesi tatap muka atau remote. Minta peserta berpikir sambil bicara (think aloud) waktu mencoba.
  3. Ukur. Catat keberhasilan, waktu, kesalahan, dan kepuasan, jadi setiap masalah punya angka, bukan sekadar opini.
  4. Perbaiki. Ubah temuan jadi daftar masalah yang diurutkan berdasarkan tingkat keparahan, lalu rekomendasi desain yang diprioritaskan.

Hasil nyata dari usability testing

Riset user itu untuk dipakai, bukan untuk disimpan di folder. Beberapa hasil dari project yang dimulai dengan riset dan testing bareng user:

ProjectHasil
Bahana Sekuritas (aplikasi trading)Pendaftaran 62% lebih cepat, menemukan produk 92% lebih cepat, pembelian di bawah 18 detik
Kalbe Consumer Health (website 9 negara)Waktu pencarian rata-rata turun 66%, konversi ke pembelian 4,3%
Morinaga Soya (website)Durasi sesi naik 24%, halaman per sesi naik 22%
One by IFG (aplikasi keuangan)75 ribu pengguna dalam 8 bulan, rating 4,9
Mirae Asset SekuritasRating aplikasi 4,7, 89% strategi rekomendasi diterapkan

Tips supaya hasilnya maksimal

  • Uji dengan orang di luar tim. Rekan kerja sudah hafal produknya, jadi masalahnya nggak akan kelihatan.
  • Biarkan peserta mencari jalannya sendiri. Momen bingung itulah datanya.
  • Amati, jangan tanya "ini gampang nggak?" Orang cenderung jawab iya. Apa yang mereka lakukan jauh lebih jujur.
  • Uji sedini mungkin. Sebelum semuanya dikoding, perubahan masih murah.
  • Prioritaskan temuan. Daftar 80 masalah tanpa urutan susah dikerjakan; urutan yang jelas bikin tim langsung jalan.
Orang bilang aplikasinya gampang. Lalu mereka mencoba memakainya.

Coba sendiri dalam satu menit

Kami bikin usability test kecil yang bisa kamu coba langsung: tugasnya cari harga sebuah paket di aplikasi tiruan, sementara waktu dan setiap ketukan kamu dicatat. Buka halaman Work, lalu klik "Try a usability test".

Lagi rencanakan launch atau redesign? Lihat project riset kami atau ceritakan kebutuhan kamu.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Berapa peserta yang dibutuhkan untuk usability testing?

Untuk menemukan masalah besar, lima sampai delapan orang per kelompok user biasanya sudah memperlihatkan pola yang jelas. Kalau produk kamu punya beberapa kelompok user yang sangat beda, misalnya investor pemula dan trader aktif, uji tiap kelompok terpisah. Di project kami, jumlah peserta antara 10 sampai 30 orang, tergantung kebutuhan.

Apa bedanya usability testing dengan survei?

Survei menanyakan pendapat orang. Usability testing melihat apa yang benar-benar mereka lakukan. Orang sering bilang aplikasinya gampang, lalu bingung saat diminta menyelesaikan tugas sederhana. Keduanya saling melengkapi, tapi usability testing yang menunjukkan persis di bagian mana produk perlu diperbaiki.

Kapan waktu terbaik untuk usability testing?

Sebelum launch, selagi perbaikan masih murah. Setelah launch, saat pendaftaran atau konversi turun. Dan sebelum redesign, supaya tahu apa yang dipertahankan dan apa yang diubah.

Apakah usability testing bisa dilakukan jarak jauh?

Bisa. Sesi bisa tatap muka atau remote, dengan moderator maupun tanpa moderator. Tatap muka kasih pengamatan yang lebih kaya, remote lebih cepat dan bisa menjangkau peserta dari banyak kota.

Apa yang didapat setelah usability testing?

Rekaman sesi dan cuplikan momen penting, daftar masalah yang diurutkan berdasarkan tingkat keparahan, dan rekomendasi desain yang sudah diprioritaskan, jadi tim tahu apa yang dikerjakan duluan.

Project terkait

Artikel lain

Semua artikel →

Punya brief yang mirip? Ayo ngobrol.

Hubungi kami ↗