ENID Mulai project ↗

Faktor yang Menentukan Biaya Usability Testing (dan Cara Menghematnya)

Faktor yang menentukan harga usability testing: kelompok pengguna, jumlah peserta, rekrutmen, metode, kota, dan hasil yang didapat. Plus cara menjalankan studi yang hemat.

Oleh Tim rekursiv. · · 3 menit baca

Aplikasi trading DXtrade dari Bahana Sekuritas yang diuji ke pengguna nyata
Di artikel ini

Setiap tim ingin tahu harga usability testing sebelum memesannya. Jawaban jujurnya: tergantung. Tapi yang menentukan hanya beberapa hal, dan semuanya bisa kamu atur. Ini faktor-faktornya, plus cara menjalankan studi yang hemat tanpa kehilangan yang penting.

Mau kami bantu tentukan cakupannya? Lihat jasa riset UX kami.

Enam hal yang menentukan harga

FaktorLebih hematLebih besar
Kelompok penggunaSatu kelompok utamaBeberapa (misalnya investor pemula dan trader aktif)
Peserta5–8 per kelompokPuluhan orang, atau survei ratusan responden
RekrutmenPelanggan kamu sendiriOrang yang sulit dijangkau (nasabah korporat, daerah tertentu)
MetodeJarak jauh, tanpa moderatorTatap muka, dengan moderator, eye tracking, atau kunjungan lapangan
KotaSatu kota atau jarak jauhBeberapa kota, perjalanan dan tempat
HasilDaftar masalahDaftar masalah plus redesign, prototipe, dan putaran tes kedua

Rekrutmen biasanya jadi komponen terbesar

Mencari orang yang benar-benar mirip pengguna kamu butuh waktu: screening, penjadwalan, insentif, dan pengganti kalau ada yang batal. Menguji dengan rekan kerja memang lebih murah, tapi mereka sudah kenal produknya, jadi masalahnya tidak kelihatan. Kalau pesertanya tepat, lima sampai delapan orang per kelompok biasanya sudah memperlihatkan pola yang jelas.

Dari project kami sendiri: Mirae Asset Sekuritas butuh 30 peserta dari kalangan trader, investor, dan pemula, sementara tes BTN Cash Management System cukup dengan 10 peserta dari nasabah korporat.

Cara supaya tetap hemat

  1. Pilih satu alur. Pendaftaran, checkout, atau mencari harga, yang paling penting buat bisnis.
  2. Mulai jarak jauh. Lebih cepat dan menjangkau orang di luar Jakarta.
  3. Uji sejak awal. Memperbaiki prototipe jauh lebih murah daripada memperbaiki aplikasi yang sudah launch.
  4. Ulangi dalam putaran kecil. Dua putaran kecil memberi lebih banyak pelajaran daripada satu putaran besar.

Yang seharusnya kamu dapat

  • Rekaman sesi dan cuplikan momen penting
  • Daftar masalah yang diurutkan berdasarkan tingkat keparahan
  • Rekomendasi yang diprioritaskan dan bisa langsung dikerjakan tim
  • Idealnya, alur hasil perbaikan diuji lagi
Usability test yang paling mahal adalah yang dijalankan setelah launch.

Hasil yang bisa didapat

Riset itu investasi, bukan sekadar laporan. Setelah riset dan pengujian, pendaftaran Bahana Sekuritas jadi 62% lebih cepat, dan Kalbe memangkas waktu pencarian rata-rata 66% di website yang berjalan di sembilan negara.

Sedang merencanakan studi? Lihat cara kami menjalankan riset UX atau ceritakan kebutuhan kamu.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Berapa biaya usability testing di Indonesia?

Tidak ada satu harga pasti. Biayanya tergantung jumlah kelompok pengguna dan peserta, seberapa sulit mereka direkrut, apakah sesinya tatap muka atau jarak jauh, berapa kota, dan apakah kamu juga butuh rekomendasi redesign. Agency yang baik menentukan cakupannya bersama kamu dulu, lalu mengirim proposal dengan harga pasti.

Cara paling hemat untuk mulai?

Uji satu alur penting, misalnya pendaftaran atau checkout, dengan lima sampai delapan orang dari kelompok pengguna utama, secara jarak jauh. Biasanya masalah terbesar sudah ketemu di putaran pertama itu.

Apakah tes jarak jauh lebih murah dari tatap muka?

Biasanya iya, karena tidak perlu tempat dan perjalanan, dan orang di kota lain lebih mudah dijangkau. Sesi tatap muka memberi pengamatan yang lebih kaya, jadi banyak studi menggabungkan keduanya.

Apakah survei bisa jadi alternatif yang lebih murah?

Survei memberi tahu apa yang orang katakan, bukan apa yang mereka lakukan, jadi tidak bisa menggantikan pengamatan langsung saat orang memakai produkmu. Pakai keduanya untuk pertanyaan yang berbeda.

Sumber

  1. Jakob Nielsen, “Why You Only Need to Test with 5 Users”, Nielsen Norman Group
  2. “Recruiting Test Participants for Usability Studies”, Nielsen Norman Group
  3. “Remote Usability Tests: Moderated and Unmoderated”, Nielsen Norman Group

Angka project dari case study rekursiv.

Project terkait

Artikel lain

Semua artikel →

Langkah berikutnya

Punya brief yang mirip? Ayo ngobrol.