ENID Mulai project

UU PDP untuk Event: Data Pribadi di AI Booth, Photo Booth, dan Brand Activation

UU PDP untuk event: apa artinya buat AI booth, photo booth, dan brand activation yang mengambil wajah, foto, atau data pengunjung.

Tim rekursiv · 4 menit baca

Booth kamera UV interaktif dalam polaroid di atas meja, dengan penjepit kertas dan kartu nama rekursiv
Di artikel ini

UU PDP untuk event adalah UU No. 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi yang diterapkan di booth, photo booth, dan brand activation. Kalau booth kamu mengambil nama, nomor HP, foto, atau data wajah, aturan ini berlaku. Intinya: minta persetujuan yang jelas, ambil data seperlunya, simpan dengan aman, dan hapus begitu tujuannya selesai.

Lihat layanan AI computer vision dan sewa AI photo booth.

Data Apa Saja yang Kena Aturan

Booth biasanya mengumpulkan lebih banyak data pribadi daripada yang dibayangkan tim. Dalam satu hari event, bisa ada:

  • Data registrasi: nama, email, nomor HP, ID badge atau gelang.
  • Foto dan video: hasil photo booth, GIF, dan mosaik yang tampil di layar.
  • Data wajah: analisis kulit, warna, atau wajah dengan AI yang membaca fitur pengunjung.
  • Data perilaku: check-in, skor game, poin loyalty, dan penukaran hadiah.

UU PDP membagi data pribadi jadi dua: data umum dan data spesifik. Data spesifik mencakup data kesehatan, data biometrik, data genetika, data anak, dan data keuangan pribadi. Data wajah yang dipakai sistem untuk menganalisis atau mengenali seseorang bisa termasuk data biometrik. Jadi AI booth perlu perhatian lebih.

Artikel ini menjelaskan poin umum undang-undangnya untuk bahan perencanaan, bukan nasihat hukum. Pastikan setup kamu dicek tim legal.

Prinsip UU PDP, Versi Booth

Prinsip UU PDPArtinya di booth
Dasar pemrosesan dan persetujuanMinta izin sebelum mengambil data, dengan bahasa simpel di layar atau form
Pembatasan tujuanPakai data hanya untuk tujuan yang disampaikan, misalnya mengirim foto
Data seperlunyaAmbil yang dibutuhkan mekanik booth saja; buang kolom yang tidak dipakai
Masa simpanTentukan berapa lama foto dan data wajah disimpan, lalu hapus
KeamananEnkripsi penyimpanan, batasi akses dashboard, hindari login bareng
Hak subjek dataPengunjung bisa mengakses, memperbaiki, menghapus data, dan menarik persetujuan
Pemberitahuan kebocoranKabari pengunjung terdampak dan lembaga paling lambat 3x24 jam

Privacy by Design untuk AI Booth dan Photo Booth

Cara paling gampang mengikuti UU PDP: masukkan privasi ke desain booth sejak awal.

  1. Layar persetujuan dulu. Satu layar singkat sebelum kamera menyala: apa yang diambil, untuk apa, dan berapa lama disimpan.
  2. Proses di perangkat kalau bisa. Analisis wajah bisa jalan, menampilkan hasil, lalu membuang gambarnya tanpa menyimpan wajah sama sekali.
  3. Pisahkan foto dari identitas. Foto dan nomor HP cukup terhubung selama dibutuhkan untuk mengirim hasilnya.
  4. Masa simpan pendek. Sepakati tanggal penghapusan dengan brand sebelum event, lalu jalankan.
  5. Laporan dalam bentuk agregat. Dashboard brand butuh angka dan persentase, bukan wajah per orang.
  6. Satu kanal permintaan. Kasih pengunjung satu kontak untuk minta akses atau penghapusan data setelah event.

Contoh Nyata: Sebanyak Apa Data yang Terkumpul

Angka dari aktivasi sungguhan menunjukkan kenapa ini penting. Tiap angka di bawah adalah satu orang yang berbagi sesuatu dengan brand.

La Roche-Posay memakai kamera UV interaktif dengan tracking real time yang mengajak orang masuk ke analisis UV personal. Hasilnya 103 ribu+ orang lewat, 5 ribu pengunjung, dan 589 analisis. Tracking kehadiran dan gerakan cukup tahu ada orang di depan kamera. Analisis UV personal-lah yang butuh persetujuan.

La Roche-PosayLihat project →

Laneige memakai analisis personal color 12 musim dengan AI, try-on warna real time, dan rekomendasi produk. Aktivasinya mencatat 19 ribu+ pengunjung, 32% engagement rate, dan 179 analisis, dengan dashboard khusus untuk mengatur konten dan pemetaan produk.

LaneigeLihat project →

Photo NRG untuk sebuah brand FMCG memulai sesi dengan satu tap gelang, mengubah tiga pose jadi GIF, menambah poin ke akun pengunjung, dan memasukkan tiap foto ke mosaik besar. Booth ini mengajak 1.337 peserta, rata-rata 445 per hari. Di sini foto, gelang, dan akun loyalty saling terhubung. Jadi teks persetujuannya perlu mencakup ketiganya.

FMCGLihat project →

Checklist Singkat Sebelum Event

  • Petakan semua data yang diambil booth, dari kamera sampai dashboard.
  • Tulis teks persetujuan dalam Bahasa Indonesia dan Inggris.
  • Tentukan data mana yang tetap di perangkat dan mana yang dikirim ke cloud.
  • Tulis masa simpan dan tanggal penghapusan di brief.
  • Tunjuk satu orang yang pegang permintaan data dan insiden.

Cara Mulai

Ceritakan ide aktivasi kamu dan data yang dibutuhkan. Kami bantu rancang booth yang hanya mengambil data seperlunya. Hubungi kami untuk merencanakan AI booth atau photo booth berikutnya.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Apa itu UU PDP untuk event?

UU PDP untuk event adalah penerapan UU No. 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi di event dan brand activation. Aturannya berlaku untuk form registrasi, check-in, photo booth, analisis wajah dengan AI, dan semua data pengunjung yang disimpan brand setelah acara.

Apakah foto dari photo booth termasuk data pribadi?

Ya, kalau orangnya bisa dikenali. Foto yang terhubung ke nama, nomor HP, atau akun jelas termasuk data pribadi. Data wajah yang dipakai untuk menganalisis atau mengenali seseorang bisa termasuk data biometrik, yang tergolong data pribadi spesifik.

Apakah AI booth perlu persetujuan pengunjung?

Persetujuan adalah dasar pemrosesan yang paling umum untuk aktivasi. Sebelum mulai, pengunjung perlu tahu data apa yang diambil, untuk apa, dan berapa lama disimpan. Sebaiknya mereka tetap bisa menikmati booth kalau menolak.

Apa saja hak pengunjung atas datanya?

Menurut UU PDP, subjek data berhak mengakses datanya, memperbaikinya, minta datanya dihapus, dan menarik persetujuan. Booth sebaiknya punya cara simpel untuk menangani permintaan itu setelah event.

Apa yang harus dilakukan kalau data pengunjung bocor?

UU PDP mewajibkan pengendali data memberi tahu secara tertulis ke orang yang datanya terdampak dan ke lembaga, paling lambat 3x24 jam setelah kegagalan pelindungan data pribadi terjadi.

Sumber

  1. UU No. 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (JDIH BPK RI)

Angka project dari case study rekursiv

Project Terkait

Artikel Lain

Semua artikel →

Langkah berikutnya

Punya Brief yang Mirip? Ayo Ngobrol.