ENID Mulai project

Website Klinik: Cara Membuat Website Layanan Kesehatan yang Mudah Di-Booking

Panduan website klinik dan layanan kesehatan: halaman per layanan, alur booking singkat, tanda kepercayaan, dan data kesehatan yang aman sesuai UU PDP.

Tim rekursiv · 3 menit baca

Website layanan kesehatan di rumah Sembuh yang baru dalam polaroid di atas meja, dengan penjepit kertas dan kartu nama rekursiv
Di artikel ini

Website klinik yang baik punya satu tugas utama: bikin orang paham layanan yang kamu tawarkan, lalu gampang booking. Orang yang mencari klinik atau dokter ke rumah biasanya membuka website dari HP, dan kebutuhannya sudah jelas. Jadi website-nya harus langsung menjawab: layanan ini untuk apa, siapa yang menangani, dan bagaimana cara booking-nya.

Lihat jasa pembuatan website kami.

Yang Dicari Orang di Website Klinik

Ada tiga pertanyaan yang hampir selalu muncul di kepala calon pasien. Desain website sebaiknya menjawabnya berurutan.

PertanyaanYang perlu ada di halaman
Bisa bantu kebutuhan saya?Daftar layanan yang jelas, masing-masing punya halaman dan penjelasan sederhana
Bisa dipercaya?Profil dokter atau tenaga kesehatan, izin bila relevan, lokasi, jam buka, dan kontak yang aktif
Cara booking-nya?Satu tombol utama di setiap halaman, alur booking singkat, dan konfirmasi yang jelas

Kalau salah satunya kurang, orang akan menelepon, chat WhatsApp, atau pindah ke penyedia lain. Padahal semua itu bisa dijawab langsung oleh website.

Satu Halaman untuk Satu Layanan

Banyak website klinik cuma punya satu halaman Layanan yang menjejalkan semuanya dalam satu paragraf. Akibatnya orang susah tahu apa saja yang termasuk, layanan itu untuk siapa, dan cara memesannya.

Buat halaman sendiri untuk setiap layanan, isinya:

  1. Layanan ini apa, dalam satu atau dua kalimat sederhana.
  2. Apa saja yang termasuk, dan bagaimana kunjungan atau sesinya berjalan.
  3. Siapa yang menangani, lengkap dengan nama dan perannya.
  4. Di mana dan kapan: di klinik, di rumah, atau online, dan area mana saja yang dilayani.
  5. Satu tombol booking yang membawa layanan pilihan langsung ke alur booking.

Struktur ini juga bagus untuk SEO. Setiap halaman layanan bisa muncul di Google untuk pencarian layanan itu, daripada satu halaman yang mencoba menjawab semuanya.

Alur Booking yang Selesai Sampai Akhir

Di alur booking, orang paling sering berhenti. Jadi buat alurnya singkat dan mudah ditebak:

  • Tampilkan layanan dan detailnya dulu, baru minta data.
  • Minta data seperlunya: nama, kontak, waktu, dan lokasi.
  • Simpan pertanyaan kesehatan untuk sesi konsultasi, kecuali layanannya memang butuh di awal.
  • Beri konfirmasi di layar dan lewat pesan, termasuk langkah berikutnya.
  • Coba sendiri alurnya di HP Android kelas menengah, karena dari situlah banyak orang akan booking.

Data Kesehatan dan UU PDP

Menurut UU PDP No. 27/2022, data kesehatan termasuk data pribadi yang bersifat spesifik. Penanganannya lebih ketat daripada sekadar alamat email. Untuk website klinik, artinya:

  • Kumpulkan hanya data yang dibutuhkan untuk booking, dan jelaskan alasannya.
  • Minta persetujuan yang jelas sebelum mengumpulkan informasi kesehatan.
  • Simpan data formulir dengan aman, jangan di inbox bersama atau spreadsheet terbuka.
  • Pasang kebijakan privasi yang menjelaskan bagaimana data dipakai, disimpan, dan dihapus.

Di sini UX yang baik dan praktik data yang baik sejalan. Formulir yang pendek lebih gampang diisi, dan risikonya lebih kecil.

Studi Kasus: Website Sembuh

SembuhLihat project →

Sembuh menghadirkan dokter, infus vitamin, dan perawatan estetika langsung ke rumah. Alur di website lamanya membingungkan, detail tiap layanan belum ada, dan tombol ajakannya belum mengarahkan orang untuk booking.

Kami menetapkan tiga tujuan: alur yang mudah diikuti, detail untuk setiap layanan, dan ajakan yang mengarahkan orang untuk booking. Kami mengerjakan desain UX/UI, revamp website, dan web development, jadi struktur yang kami rancang adalah struktur yang benar-benar live.

Hasilnya, setiap layanan home care punya halaman sendiri yang menjelaskannya, dan setiap halaman mengarah ke langkah yang sama: booking.

Checklist Sebelum Launch

  • Setiap layanan punya halaman sendiri dengan tombol booking.
  • Data dokter, lokasi, dan kontak sudah terbaru.
  • Alur booking bisa diselesaikan di HP dalam beberapa langkah.
  • Formulir hanya meminta data yang dibutuhkan, dengan persetujuan untuk data kesehatan.
  • Kebijakan privasi ditautkan dari setiap formulir.
  • Judul dan deskripsi halaman menyebut nama layanan dan area yang dilayani.

Cara Mulai

Mulai dari layanan yang paling sering di-booking. Untuk masing-masing, petakan perjalanan orang dari pencarian sampai konfirmasi. Rapikan halaman layanan dan alur booking dulu, baru bagian lain. Butuh tim yang merancang dan membangunnya bareng kamu? Hubungi kami.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Apa itu website klinik?

Website klinik adalah website milik klinik, laboratorium, rumah sakit, atau layanan kesehatan di rumah. Isinya menjelaskan setiap layanan, siapa yang menangani, dan cara booking-nya, supaya orang bisa bikin janji tanpa harus menelepon ke sana kemari.

Halaman apa saja yang perlu ada di website klinik?

Beranda yang menjelaskan layanan utama, satu halaman untuk setiap layanan, profil dokter atau tenaga kesehatan, lokasi dan jam buka, halaman atau alur booking, FAQ, dan kebijakan privasi soal penggunaan data pribadi dan data kesehatan.

Bagaimana supaya website klinik lebih banyak di-booking?

Pakai satu tombol utama di setiap halaman, tampilkan detail layanan sebelum meminta data, minta data seperlunya untuk booking, dan beri konfirmasi yang jelas di setiap langkah, terutama di HP.

Apakah UU PDP berlaku untuk website klinik?

Ya. Menurut UU PDP No. 27/2022, data kesehatan termasuk data pribadi yang bersifat spesifik. Website klinik yang mengumpulkannya perlu persetujuan yang jelas, tujuan yang disebutkan, penyimpanan yang aman, dan kebijakan privasi yang mudah dibaca.

Apakah website klinik boleh memberi saran medis?

Sebaiknya tidak. Website klinik cukup menjelaskan layanan, cara booking, dan cara bertanya. Pertanyaan medis dijawab tenaga kesehatan, jadi arahkan orang ke konsultasi.

Sumber

Angka project dari case study rekursiv

Project Terkait

Artikel Lain

Semua artikel →

Langkah berikutnya

Punya Brief yang Mirip? Ayo Ngobrol.