FGD Adalah: Pengertian, Cara Kerja, dan Bedanya dengan Wawancara Mendalam
FGD adalah diskusi kelompok terarah untuk riset. Pahami cara kerjanya, kapan memilih FGD atau wawancara mendalam, dan contoh dari riset di Indonesia.

Di artikel ini
FGD adalah singkatan dari focus group discussion, yaitu diskusi kelompok terarah dengan 6 sampai 8 peserta yang dipandu moderator untuk menggali pendapat dan reaksi mereka. Bedanya dengan wawancara mendalam (in-depth interview): wawancara dilakukan satu lawan satu, jadi ceritanya lebih personal dan detail. Pakai FGD untuk mendengar reaksi bersama, pakai wawancara untuk topik yang dalam atau sensitif.
Lihat layanan riset pengguna kami.
FGD Adalah Diskusi Kelompok Terarah
Dalam FGD, kamu mengumpulkan beberapa orang dengan profil serupa, misalnya ibu muda yang rutin bayar tagihan lewat aplikasi. Moderator memandu obrolan dengan panduan diskusi, menunjukkan konsep atau tampilan layar, lalu membiarkan peserta saling menanggapi. Nilai utamanya ada di interaksi itu: satu komentar memancing komentar lain, dan kamu mendengar istilah yang orang pakai sehari-hari untuk produkmu.
Wawancara Mendalam Itu Seperti Apa?
Wawancara mendalam adalah sesi satu lawan satu, biasanya 45 sampai 60 menit, tatap muka atau lewat video call. Peneliti mengikuti cerita satu orang secara utuh: bagaimana dia memutuskan, apa yang sudah dicoba, di mana dia mentok, dan kenapa. Tanpa ada orang lain yang ikut mendengar, peserta lebih terbuka soal uang, kesehatan, rutinitas, dan hal-hal yang malas diakui di depan umum.
Perbandingan FGD dan Wawancara Mendalam
| FGD | Wawancara mendalam | |
|---|---|---|
| Peserta per sesi | 6 sampai 8 orang | 1 orang |
| Durasi sesi | 90 sampai 120 menit | 45 sampai 60 menit |
| Paling cocok untuk | Reaksi terhadap konsep, bahasa bersama, norma kelompok | Perjalanan pribadi, proses keputusan, topik sensitif |
| Yang perlu dijaga | Peserta yang dominan bisa menggiring yang lain | Lebih sedikit orang per hari, analisis lebih lama |
| Jumlah umum | 2 sampai 4 kelompok per segmen | 8 sampai 15 orang per segmen |
| Logistik | Semua harus datang di satu tempat dan waktu | Fleksibel, mudah lintas kota |
Kapan Pakai yang Mana
- Topiknya personal atau sensitif? Pilih wawancara mendalam. Soal keuangan, kesehatan, dan kebiasaan pribadi, orang lebih jujur kalau ngobrol berdua.
- Mau membandingkan reaksi terhadap beberapa konsep atau pesan? Pilih FGD. Dari setuju dan tidaknya peserta, kelihatan ide mana yang paling hidup.
- Pesertamu tersebar di banyak kota? Wawancara lewat video call jauh lebih mudah daripada mengumpulkan satu kelompok di satu ruangan.
- Perlu memetakan customer journey secara utuh? Wawancara memberi ruang mengikuti satu orang dari awal sampai akhir tanpa terpotong.
- Masalahnya masih kabur? Mulai dengan beberapa FGD untuk menemukan pertanyaan yang tepat, lalu dalami lewat wawancara.
Yang Tidak Bisa Dijawab Keduanya
FGD dan wawancara sama-sama mengandalkan apa yang orang katakan. Keduanya tidak menunjukkan apakah orang benar-benar bisa memakai aplikasi atau website kamu, dan yang orang ceritakan sering berbeda dengan yang mereka lakukan di layar. Lengkapi dengan usability testing untuk melihat perilaku nyata, dan survei kalau kamu perlu tahu seberapa banyak orang yang punya pendapat sama.
Contoh dari Riset yang Pernah Kami Jalankan
- PLN Mobile. Untuk revamp super app ini, riset menggabungkan user research, focus group discussion, dan usability testing. Insight dari 40+ pengguna aplikasi menunjukkan aplikasinya terasa kuno, langkahnya terlalu banyak, dan info penting tersembunyi. Hasil desainnya diuji dengan 8 persona di berbagai daerah di Indonesia sebelum UI final.
- Menjangkau audiens di luar Jakarta. Untuk brand FMCG di bawah NDA, kami menjalankan 30 wawancara mendalam di 5 wilayah, survei ke 288 orang, dan beberapa hari di lapangan saat event di Medan. Temuannya muncul dari obrolan satu lawan satu dan kerja lapangan: di luar Jakarta, kepercayaan datang dari orang sungguhan, dan orang mau cerita di booth hal yang tidak mereka bagikan online.
- Dunia 3D sebuah brand. Selama dua tahun, brand FMCG di bawah NDA menguji dunia 3D di webnya lewat 6 studi dengan 70+ sesi dan wawancara, ditambah survei ke 73 orang dan field immersion di Makassar. Wawancara menjelaskan kenapa orang mau menjelajah, sementara uji konsep menunjukkan versi mana yang menghasilkan sign-up.
Tips Supaya FGD dan Wawancara Berjalan Baik
- Rekrut dengan teliti. 8 orang yang tepat lebih berguna daripada 30 orang acak. Saring peserta berdasarkan perilaku yang ingin kamu pelajari.
- Pakai moderator yang netral. Orang di luar tim produk lebih leluasa bertanya lanjutan dan tidak membela desainnya.
- Buat panduan, bukan naskah. Tulis topik dan pertanyaan kunci, lalu beri ruang untuk mengikuti hal yang dibawa peserta.
- Minta persetujuan untuk rekaman. Rekaman, wajah, dan suara termasuk data pribadi menurut UU PDP No. 27/2022. Jelaskan cara penyimpanannya dan siapa saja yang bisa melihat.
- Analisis lintas sesi. Cari pola yang muncul berulang di banyak orang dan kelompok, bukan satu kutipan yang paling berkesan.
Cara Mulai
Tulis satu keputusan yang ingin dibantu oleh riset ini. Dari situ metodenya jadi jelas: FGD untuk reaksi dan bahasa bersama, wawancara mendalam untuk kedalaman dan topik sensitif, usability testing untuk perilaku. Mulai dari satu putaran kecil, pelajari hasilnya, lalu perluas.
Butuh bantuan memilih dan menjalankan riset yang tepat? Hubungi kami.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
FGD adalah apa?
FGD (focus group discussion) adalah diskusi kelompok terarah dengan 6 sampai 8 peserta yang punya profil serupa, dipandu moderator dengan panduan diskusi, untuk menggali pendapat, persepsi, dan reaksi mereka terhadap produk, konsep, atau pesan.
Apa bedanya FGD dengan wawancara mendalam?
FGD melibatkan sekelompok orang dalam satu sesi 90 sampai 120 menit dan kekuatannya ada di interaksi antarpeserta. Wawancara mendalam (in-depth interview) dilakukan satu lawan satu selama 45 sampai 60 menit dan kekuatannya ada di kedalaman cerita tiap orang.
Kapan sebaiknya pakai wawancara mendalam?
Saat topiknya personal atau sensitif seperti keuangan, kesehatan, atau kebiasaan pribadi, saat kamu perlu memetakan perjalanan satu orang secara utuh, atau saat pesertanya tersebar di banyak kota.
Berapa jumlah peserta FGD yang ideal?
Umumnya 6 sampai 8 orang per kelompok, dengan 2 sampai 4 kelompok per segmen. Untuk wawancara mendalam, 8 sampai 15 orang per segmen biasanya sudah memperlihatkan pola utama.
Apakah FGD bisa menggantikan usability testing?
Tidak. FGD menunjukkan apa yang orang katakan dan rasakan. Usability testing menunjukkan apakah mereka benar-benar bisa memakai produknya. Riset produk biasanya butuh keduanya.
Sumber
Angka project dari case study rekursiv
- Reaching audiences beyond Jakarta Adult FMCG brand · Under NDA
- Six studies behind an immersive brand world Adult FMCG brand · Under NDA
- Revamping the PLN Mobile super app PLN





