ENID Mulai project

Website Company Profile: Isi, Struktur, dan Cara Membuatnya Supaya Dipakai

Apa itu website company profile, halaman yang wajib ada, cara menyusun strukturnya, contoh project, dan angka yang menunjukkan website kamu bekerja.

Tim rekursiv · 4 menit baca

Website Kalbe Consumer Health dalam polaroid di atas meja, dengan penjepit kertas dan kartu nama rekursiv
Di artikel ini

Website company profile adalah rumah resmi bisnis kamu di internet: tempat orang mencari tahu siapa kamu, apa yang kamu tawarkan, project apa yang sudah dikerjakan, dan bagaimana cara menghubungimu. Banyak calon klien di Indonesia membukanya dulu sebelum kirim WhatsApp atau email, jadi tugasnya sederhana: jawab pertanyaan itu dengan cepat, lalu arahkan ke satu langkah berikutnya.

Lihat jasa pembuatan website kami.

Website Company Profile Adalah

Website company profile adalah versi digital dari company profile perusahaan, dibuat supaya bisa ditemukan dan dipakai. Berbeda dengan PDF yang dikirim ke satu orang, website muncul di Google, bisa diperbarui kapan saja, dan bisa diukur. Calon klien memakainya untuk mengecek kredibilitas, partner untuk memahami cakupan kerja kamu, dan pelamar untuk memutuskan apakah mau melamar.

Halaman yang Hampir Selalu Dibutuhkan

HalamanPertanyaan yang dijawabLangkah berikutnya
BerandaSiapa kamu dan apa yang kamu kerjakan, dalam satu kalimatKe halaman layanan atau kontak
Layanan atau produkApa persisnya yang ditawarkan, satu halaman per layananMinta penawaran atau demo
Studi kasus atau portofolioBukti kamu pernah mengerjakan hal serupaLihat project yang mirip
Tentang kamiSejarah, tim, nilai, sertifikasiKenalan dengan tim atau melamar
KontakCara menghubungi dan lokasiForm, WhatsApp, peta

Perusahaan besar sering menambah halaman karier, berita, keberlanjutan, atau investor. Tambahkan kalau memang ada yang rutin memperbaruinya.

Cara Menyusun Struktur Supaya Mudah Dipakai

  1. Mulai dari pertanyaan pengunjung. Tulis lima alasan utama orang datang ke website kamu, lalu pastikan semuanya terjawab dalam dua klik.
  2. Beri setiap layanan halamannya sendiri. Satu halaman panjang berisi semuanya susah dibaca dan susah bersaing di Google.
  3. Tulis untuk pengunjung yang paling awam. Kalimat pendek, kata yang familiar, tanpa istilah internal.
  4. Pasang satu ajakan bertindak di setiap halaman. Pengunjung yang sudah siap tidak boleh harus mencari-cari tombol kontak.
  5. Pastikan tim kamu bisa memperbarui sendiri. CMS yang mudah dipakai tim marketing membuat website tidak cepat basi.
  6. Uji dengan pengguna sungguhan sebelum launch. Melihat lima orang mencoba mencari satu layanan akan memperlihatkan masalah yang tidak tertangkap saat review internal.

Contoh dari Project Nyata

Satu website untuk sembilan negara. Kalbe Consumer Health butuh website global yang terasa lokal di setiap pasar, mudah dipakai orang dengan literasi digital rendah, dan gampang dikelola tim tiap negara. Lewat riset pengguna, analisis user journey, wireframing, dan usability testing, website ini launch di 9 negara, memangkas rata-rata waktu mencari sebesar 66%, mencapai konversi ke pembelian 4,3%, dan rata-rata durasi kunjungan 2 menit 3 detik.

Membenahi website yang ditinggal pengunjung. Trafik website Morinaga Soya turun tajam dalam 90 hari dengan bounce rate tinggi. Dengan usability testing, analisis kompetitor, dan arsitektur informasi baru, durasi kunjungan naik menjadi 2 menit 28 detik (+24%), halaman per kunjungan menjadi 2,0 (+22%), dan bounce rate turun 3%.

Setiap layanan bisa langsung dipesan. Website lama Sembuh, layanan perawatan di rumah, punya alur yang membingungkan, tidak ada detail per layanan, dan ajakan bertindak yang tidak mengarahkan orang untuk booking. Kami mendesain ulang dan membangunnya kembali supaya setiap layanan punya detail sendiri dan jalur booking yang jelas.

Angka yang Perlu Dipantau Setelah Launch

  • Waktu mencari: seberapa cepat pengunjung menemukan layanan atau info yang mereka cari.
  • Durasi kunjungan dan halaman per kunjungan: apakah orang membaca lebih dari beranda.
  • Bounce rate: berapa yang pergi tanpa melakukan apa pun.
  • Pertanyaan masuk: isian form, klik WhatsApp, dan telepon, angka yang paling penting.

Kalau website kamu punya form kontak, data yang masuk (nama, nomor telepon, email) termasuk data pribadi menurut UU PDP No. 27/2022, jadi sertakan pemberitahuan privasi dan simpan datanya dengan aman.

UMKM atau Korporat?

UMKM biasanya cukup dengan beberapa halaman yang jelas, tombol WhatsApp, dan dasar SEO lokal yang rapi. Paket website UMKM kami mulai Rp10 juta, jadi 7 hari. Website korporat atau multi-negara butuh perencanaan lebih: riset dengan pengguna sungguhan, CMS untuk tiap tim, beberapa bahasa, dan pengujian sebelum launch.

Cara Mulai

  1. Tulis siapa saja yang mengunjungi website kamu dan apa yang mereka cari.
  2. Kumpulkan bukti terbaik: project, klien, sertifikasi, angka.
  3. Tentukan halaman yang dibutuhkan sekarang dan yang bisa menyusul.
  4. Sepakati cara mengukur keberhasilan, lalu desain dan uji.

Siap membuat atau membenahi website company profile kamu? Ngobrol dengan kami.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Website company profile adalah apa?

Website company profile adalah website resmi perusahaan yang menjelaskan siapa perusahaannya, apa yang ditawarkan, project apa yang sudah dikerjakan, dan cara menghubunginya. Biasanya ini tempat pertama yang dicek calon klien, partner, atau pelamar kerja sebelum menghubungi.

Halaman apa saja yang wajib ada di website company profile?

Minimal beranda, satu halaman untuk setiap layanan atau lini produk, studi kasus atau portofolio, halaman tentang kami berisi tim dan sejarah, serta halaman kontak. Perusahaan besar biasanya menambah karier, berita, dan halaman keberlanjutan atau investor.

Apa bedanya website company profile dengan company profile PDF?

PDF adalah dokumen statis yang dikirim ke satu orang. Website bisa ditemukan di Google, diperbarui kapan saja, diukur dengan analytics, dan bisa mengubah pengunjung menjadi calon klien lewat form atau tombol WhatsApp.

Berapa lama membuat website company profile?

Tergantung jumlah halaman, bahasa, dan integrasinya. Website sederhana untuk UMKM bisa jadi sekitar seminggu, sedangkan website korporat untuk banyak negara dengan riset dan pengujian butuh waktu lebih lama.

Bagaimana tahu website company profile saya berhasil?

Pantau seberapa cepat orang menemukan yang mereka cari, berapa lama mereka bertahan, berapa halaman yang dibuka, dan berapa yang menghubungi kamu. Usability testing dengan beberapa pengguna sungguhan menunjukkan di mana mereka tersendat.

Sumber

Angka project dari case study rekursiv

Project Terkait

Artikel Lain

Semua artikel →

Langkah berikutnya

Punya Brief yang Mirip? Ayo Ngobrol.